e-sport

Mengenal E-Sport , Industri Anyar yang Makin Familiar di Indonesia

Mengenal E-Sport , Industri Anyar yang Makin Familiar

Mengenal E-Sport Industri Anyar di Indonesia – Istilah E-sport tidak lain dan tak bukan mengacu pada permainan. Jadi, E-sport adalah sebuah dunia game yang mana pemain berpengalaman berkarir di dalamnya. Dunia gaming melejit dalam kurun waktu 2 dekade terakhir lebih-lebih dengan meratanya teknologi informasi di seluruh penjuru dunia. 

Ketersediaan dunia online dan perangkat permainan yang relatif murah membuat hampir seluruh millennial merasakan permainan game dari berbagai tipe dan genre. Dengan jutaan penggemar di segala penjuru dunia, game kemudian dioptimalkan dari sebuah permainan menjadi suatu profesi. Lahirlah E-sport. 

Pengertian e-sport sebagai industri membuktikan bahwa gaming naik dua tahap dari sebelumnya; tak lagi hanya permainan, tak sebatas dibuat kompetisi melainkan sudah menjamah hingga menjadi pekerjaan. Cetusan ini muncul baru-baru ini sesudah bagian struktur industri game tidak lagi diisi oleh hanya developer, reseller, dan agen. Namun, para pemain dewasa ini pun dimasukkan ke dalam dunia yang sama sebagai satu kesatuan industri gaming anyar di generasi Z. 

Apa Sesungguhnya E-Sport dan Bagaimana Memahaminya?

Walaupun masih betul-betul baru, fakta mengenai permainan e-sport tidak lepas dari gerak-gerik produksi game dan pecinta game. Dari sebatas hiburan, game berubah jadi keperluan. Banyak pengamat melihat hal ini kemudian menyandingkan industri ini dengan industri hiburan sampai olahraga. Pemain esport sebagai pegiat industri game, tidak lagi dibedakan dengan pemain sepak bola, artis, dan sebagainya.

E-Sport sendiri ialah singkatan dari Electronic Sports yang menggagaskan arti aktivitas turnamen game. Persaingan yang dimaksud bukanlah pertandingan sebagaimana acap kali diadakan pada waktu lalu, namun lebih terprogram dan terorganisir pada skala yang besar malahan internasional. 

Sejarah e-sport dipercaya diawali di Universitas Stanford pada era 1970-an. Game luncuran tahun 1960-an bertajuk Spacewar sudah dilombakan secara umum di universitas dengan hibah berupa langganan majalah Rolling Stone free selama 1 tahun. Selanjutnya, era 1990-an menjadi gagasan permulaan esport secara akbar dengan kedatangan pemain terkemuka. Beberapa tempat berkumpul para pemain mengadakan turnamen game populer di era itu dengan penghargaan berupa uang tunai dalam jumlah lumayan besar. Sejak itu, para pelaku industri game menyadari potensi dari aktivitas pertandingan game untuk menjadi bagian dari bidang industri game.

Sejarah Pendek ESport dan Dampak Internet Terhadapnya

Selepas keberhasilan kelompok-kelompok lokal dalam mengadakan ajang kompetisi, mulai berhadiran sponsor-sponsor besar yang ikut mengembangkan pengaruh pertandingan sekaligus meresmikan istilah ESport lintas negara. 

Tertulis dalam sejarah permulaan E-Sport Atari mengadakan suatu kompetisi game Space Invader di tahun 1980. Diikuti sejumlah 10.000 peserta, pertandingan ini menandai era modern dari e-sport yang sebetulnya. Tidak lebih dari 1 dekade setelahnya, kompetisi masuk ke dunia maya dengan populernya dunia online. Pengaruh kemudahan interaksi membikin pelaku industri e-sport mencicipi kancah lebih tinggi, yaitu menyelenggarakan pertandingan dalam jaringan internet yang luas.

Nintendo World Championship adalah salah satu turnamen gaming terbesar yang memanfaatkan dunia online pada masa itu. Malah, tahun 1994 Nintendo melanjutkan kompetisi yang diberi nama Nintendo PowerFest. 

Dari pertandingan, tersusunlah liga E-Sport. Tak tanggung-tanggung, liga esport diwadahi oleh grup-grup besar dunia seperti QuakeCon, Professional Gamers League, dan Cyberathlete Professional League yang menyajikan permainan Warcraft, Counter Strike, dan Quake. 

Awal tahun 2000, Electronic Sports World Cup dan World Cyber Games memberikan pengaruh lebih besar dalam bidang e-sport dengan menyelenggarakan turnamen internasional berhadiah besar. Ragam game yang dimainkan kian bervariasi alirannya. 

Perkembangan teknologi informasi yang kencang turut memakmurkan e-sport sebagaimana di kala ini kita kenal kompetisi game sudah diatur sedemikian rupa dengan total nominal hadiah menempuh miliaran rupiah. Data terakhir, pada tahun 2019 lalu The International mengadakan kompetisi e-sport berhadiah hingga senilai 34 juta dollar. 

Tahun 2021, e-sport didefinisikan lebih sebagai olahraga profesional game dengan pelbagai profesional di dalamnya seperti klub, pelatih, dan atlet. Interaksi lewat dunia virtual berdampak besar terhadap pergeseran makna apa itu e-sport dari turnamen game menjadi industri gaming.

Sejauh Mana Perkembangan ESport di Indonesia?

Fakta menakjubkan e-sport Indonesia tak lepas dari bagaimana gelombang besar dari dunia internasional. Tidak kalah dari negara-negara lain, beberapa institusi dan organisasi di Indonesia sudah mulai mengadakan kompetisi sejenis yang mengacu pada konsep e-sports. 

Pertumbuhan e-sport di Indonesia bercikal-bakal sejak tahun 2000-an di waktu wabah warnet dimana-mana. Pertandingan kecil-kecilan pada dikala itu membuktikan bahwa Indonesia mengikuti ritme di Amerika dan Eropa pada sektor ini. Liga Game Indonesia menemukan spot mulanya di era ini. Sebagian warnet kemudian memperbaharui diri dengan pendekatan game online di mana pengunjung hanya datang untuk bermain game

Selanjutnya, dikala game-game online sudah mudah diakses melalui PC dan perangkat Android, penggemar dari publik Indonesia naik kencang. Hingga tempat terpencil, selama jaringan dunia judi online lancar, selama itu pun game online bertambah penikmatnya. 

Kompetisi E-Sport Indonesia

Secara domestik, kompetisi e-sport sudah diadakan sekian tahun terakhir ini. Meskipun dengan skala yang belum sebesar di negara luar, turnamen taraf nasional ini menyedot perhatian ribuan pemain di Indonesia. Kembali ke tahun 2020, kurang-lebih terdapat 4 pertandingan game yang diselenggarakan pada bulan Agustus yakni:

Free Fire Master League Season II, diadakan dengan peserta mencapai 18 tim dengan total hadiah hingga 1 miliar rupiah.

MLBB Development League (MDL) Indonesia Season 2, dengan peserta 11 tim yang memperebutkan hadiah  sebesar 300 juta rupiah. 

PUBG Mobile Pro League (PMPL) Indonesia Season 2, dengan peserta berisikan 24 regu dari segala penjuru Indonesia yang memperebutkan hadiah hingga lebih dari 2 miliar rupiah.

Piala Menpora Esports 2020 dari pemerintah. Perhatian kepada esport tertuang melalui kompetisi yang memperebutkan hadiah sampai 150 juta rupiah. 

Tahun 2021, pertandingan esports di Indonesia lebih berkembang dengan keikutsertaan regu-regu Indonesia di turnamen Internasional contohnya DOTA 2 Pro Circuit, LCK 2021 Summer, LEC Summer 2021 dan sebagian turnamen global lainnya. 

Keterlibatan tim esport Indonesia ke dalam pertandingan global menggambarkan sebesar mana perkembangan industri ini di tanah air. Jika pertandingan esport disebut belum sebesar yang diselenggarakan di negara lain, beda halnya dengan grup e-sport. Indonesia sudah memiliki sebagian tim berpengalaman yang genap dengan manajemennya. Contohnya EVOS Esports yang telah mulai meluas ke tingkat global. Sebelumnya, ada juga BOOM Esports, Aura Esports, hingga ONIC Esports.

berbasis bermacam-macam kenyataan yang ada, e-sport menjadi sesuatu yang tidak berupa teori belaka, tetapi keniscayaan. Dalam beberapa waktu ke depan, sektor ini diyakini akan kian besar keberadaannya. Di Indonesia sendiri, bukan tak mungkin akan bermunculan perusahaan-perusahaan e-sport berskala nasional dan dunia.